SUARA PEKERJA, Jakarta – Harga sejumlah komoditas pangan nasional kembali melonjak menjelang akhir pekan. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan tekanan harga pada berbagai kebutuhan pokok masyarakat, dengan cabai rawit merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tajam.
Pada perdagangan Jumat pagi, 3 April 2026, harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran nasional tercatat menembus Rp119.400 per kilogram. Angka ini menjadi salah satu harga tertinggi dalam beberapa waktu terakhir dan kembali menegaskan bahwa komoditas cabai masih sangat rentan terhadap gejolak pasokan dan distribusi.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Daging ayam ras juga tercatat berada di level tinggi, yakni Rp52.150 per kilogram. Kondisi ini menandakan meningkatnya tekanan pada sektor protein hewani, yang kerap dipengaruhi oleh biaya produksi, harga pakan, serta distribusi.
Di kelompok bumbu dapur, harga bawang merah tercatat Rp68.150 per kilogram, sementara bawang putih berada di kisaran Rp55.950 per kilogram. Kedua komoditas ini masih berada dalam pengawasan ketat karena sangat sensitif terhadap gangguan pasokan.
Sementara itu, harga beras menunjukkan variasi tergantung kualitasnya. Beras kualitas bawah I dan II masing-masing tercatat Rp17.550 dan Rp17.650 per kilogram. Untuk kategori beras medium, harga berada di Rp19.250 dan Rp18.900 per kilogram. Sedangkan beras premium menembus Rp20.750 per kilogram untuk super I dan Rp20.350 per kilogram untuk super II.
Tekanan harga juga terlihat pada komoditas cabai lainnya. Cabai merah besar tercatat Rp82.500 per kilogram, cabai merah keriting Rp53.450 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp56.550 per kilogram.
Di sektor daging merah, harga daging sapi kualitas I mencapai Rp163.750 per kilogram, sementara kualitas II berada di Rp160.000 per kilogram. Tingginya harga ini dinilai masih dipengaruhi oleh biaya produksi peternakan dan distribusi.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula pasir premium dijual sekitar Rp26.750 per kilogram, sedangkan gula lokal Rp22.250 per kilogram. Minyak goreng curah tercatat Rp22.050 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing berada di Rp27.950 dan Rp25.500 per liter.
Tak hanya itu, telur ayam ras juga mengalami penyesuaian harga dengan posisi di Rp42.050 per kilogram.
Seorang analis pangan menilai lonjakan harga tersebut dipicu kombinasi berbagai faktor, mulai dari musim panen yang tidak merata, distribusi logistik, hingga meningkatnya permintaan pasar.
“Komoditas seperti cabai sangat sensitif terhadap gangguan pasokan. Penguatan distribusi dari sentra produksi menjadi kunci agar harga tidak terus merangkak naik,” ujarnya.
Kenaikan harga pangan ini menjadi perhatian serius, mengingat stabilitas harga sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Pemerintah diharapkan dapat memperkuat intervensi pasar serta cadangan pangan nasional guna meredam gejolak harga dalam waktu dekat.(cil) *