FPAN Desak APH dan Dinas Pariwisata Medan Selidiki Video Viral Pengunjung Mabuk di THM Setia Budi

SUARA PEKERJA, MEDAN — Forum Pemerhati Aparatur Negara (FPAN) mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan Dinas Pariwisata Kota Medan untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terkait beredarnya video viral yang memperlihatkan sejumlah pengunjung tergeletak dalam kondisi diduga mabuk di sebuah tempat hiburan malam (THM) di kawasan Jalan Setia Budi.

Video yang beredar luas di media sosial tersebut sontak menuai perhatian publik. Dalam rekaman itu, terlihat beberapa orang berada dalam kondisi tidak sadarkan diri, sehingga memunculkan keresahan masyarakat serta berbagai spekulasi terkait penyebab kejadian tersebut.

Ketua FPAN, Reza Nasution, yang didampingi Sekretaris Sastriadi Aritonang dan Humas Adam W Sitompul, menegaskan bahwa pihaknya memandang peristiwa ini sebagai persoalan serius yang harus segera diusut tuntas oleh pihak berwenang.

Menurut Reza, Aparat Penegak Hukum harus segera turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan terhadap seluruh aktivitas yang terjadi di tempat hiburan malam tersebut, termasuk mengidentifikasi pihak pengelola dan memastikan kepatuhan terhadap aturan hukum yang berlaku.

“APH harus bergerak cepat dan profesional untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi. Jangan sampai ada pembiaran terhadap dugaan pelanggaran hukum di tempat hiburan malam tersebut,” ujar Reza dalam keterangannya, Minggu (5/4/2026).

Selain itu, FPAN juga menekankan pentingnya peran Dinas Pariwisata Kota Medan dalam melakukan pengawasan terhadap operasional tempat hiburan malam. Sebagai instansi yang berwenang dalam sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dinilai memiliki tanggung jawab dalam memastikan setiap usaha hiburan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Dinas Pariwisata harus turun melakukan evaluasi terhadap izin operasional tempat hiburan malam tersebut. Periksa apakah kegiatan yang berlangsung sudah sesuai standar dan aturan yang ditetapkan,” tegasnya.

FPAN juga mendesak agar dilakukan uji dan pemeriksaan terhadap jenis minuman yang dikonsumsi oleh para pengunjung. Pasalnya, kondisi para individu yang terlihat dalam video dinilai tidak wajar jika hanya disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol biasa.

“Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Ini harus ditelusuri secara ilmiah, apakah murni karena alkohol atau ada dugaan penggunaan zat terlarang. Jika ada indikasi tersebut, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” lanjut Reza.

Lebih jauh, FPAN mengingatkan bahwa maraknya tempat hiburan malam yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif terhadap lingkungan sosial, khususnya bagi generasi muda di Kota Medan. Oleh karena itu, pengawasan yang ketat dinilai menjadi hal yang mutlak dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Jangan sampai tempat hiburan malam menjadi ruang bebas tanpa kontrol. Jika ini terus dibiarkan, maka akan berdampak buruk terhadap moral dan masa depan generasi muda di Kota Medan,” ujarnya.

FPAN juga menegaskan bahwa apabila dalam hasil penyelidikan nantinya ditemukan adanya pelanggaran, baik terkait peredaran minuman ilegal maupun dugaan penggunaan narkotika atau zat terlarang lainnya, maka pihak berwenang harus memberikan sanksi tegas tanpa kompromi.

“Kalau terbukti ada pelanggaran, kami meminta agar tempat hiburan malam tersebut segera ditutup dan izin operasionalnya dicabut. Tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran hukum,” tegasnya kembali.

Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal kasus ini, FPAN menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat. Aksi tersebut bertujuan untuk meminta klarifikasi langsung dari pihak pengelola tempat hiburan malam sekaligus mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas.

“Kami akan turun aksi untuk memastikan persoalan ini tidak berhenti di tengah jalan. Kami ingin ada transparansi dan tindakan nyata dari pemerintah serta aparat penegak hukum,” ungkap Reza.

FPAN berharap langkah cepat, tegas, dan transparan dari APH serta Dinas Pariwisata Kota Medan dapat menjawab keresahan masyarakat sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Ini bukan hanya soal satu tempat hiburan malam, tetapi menyangkut ketertiban, keamanan, dan masa depan generasi muda di Kota Medan. Kami akan terus mengawal hingga tuntas,” tutupnya.(cil) *

spnews: