Tentang Kami

Andi Gani

Tokoh Buruh yang Kini Dipercaya Sebagai Penasehat Kapolri

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjadi salah satu Penasehat Kapolri.

Hal ini diumumkan Sigit ketika meninjau aksi May Day atau Hari Buruh di GBK, Jakarta, Rabu (1/5/2024).

“Tadi di dalam sepakat bahwa teman-teman pimpinan konfederasi dan serikat menunjuk Bung Andi Gani untuk menjadi penasehat Kapolri di bidang ketenagakerjaan,” ujar Kapolri di lokasi.

Sigit mengatakan, keputusan ini ditentukan atas kesepakatan seluruh rekan-rekan konfederasi, serikat buruh dan institusi Polri.

Tokoh Buruh

Andi Gani merupakan salah satu tokoh buruh nasional yang menjabat sebagai Presiden KSPSI. Dalam dunia pergerakan buruh internasional, pria kelahiran Jakarta, 5 Oktober 1975 itu tercatat pernah mengomandoi Konfederasi Buruh ASEAN. Ketika isu “Omnibus Law” Undang-Undang Cipta Kerja akan disahkan, Andi Gani secara aktif mengawal wacana tersebut.

Andi Gani menjadi salah satu tokoh yang lantang menolak aturan tersebut. Hal ini ternyata membuat pemerintah gerah.

Presiden Joko Widodo sampai-sampai memanggil Gani ke Istana Negara, Jakarta, pada 5 Oktober 2020.

Kala itu, Andi Gani membantah pertemuannya dengan Jokowi karena ditawari posisi menteri. Ia menegaskan bahwa pertemuannya tersebut murni membahas penolakan UU Cipta Kerja.

“Tidak ada tuh yang namanya pembahasan pemberian-pemberian jabatan, apalagi wamen (wakil menteri) dan lain-lain,” kata Andi, Selasa (6/10/2020).

Andi mengaku sudah ditawari jabatan sejak awal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Namun ia tegas menolak, karena masih menjabat sebagai Presiden KSPSI dan Komisaris BUMN.

Orang dekat Jokowi

Andi Gani merupakan putra dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jacob Nuwa Wea pada era Kabinet Gotong Royong di pemerintahan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.

Dalam lingkar kekuasaan, Andi Gani merupakan sosok yang cukup dengan Jokowi. Andi termasuk salah satu loyalis Jokowi sejak Kepala Negara itu merintis karier politik dari Solo sebagai Wali Kota Solo.

Andi Gani juga secara aktif turut menggalang dukungan buruh saat Jokowi maju menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Pemilihan Presiden selama dua periode.

Ia bahkan sempat diminta bergabung ke dalam jajaran Kabinet Kerja Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Namun, ia lebih memilih tetap menjadi Komisaris Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) untuk berkonsentrasi penuh membantu Jokowi di bidang infrastruktur.

Pada Pilpres 2024, Andi Gani pisah jalan dengan Jokowi yang berada di belakang pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Andi Gani memutuskan untuk mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan menjabat sebagai Wakil Ketua Tim Pemenangan.

Dengan keputusan ini, Andi pun memilih mundur dari Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero). Andi mengaku telah menyampaikan secara personal ihwal pengunduran dirinya ini ke Presiden Joko Widodo.

Ia mengaku paham bahwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan, komisaris BUMN yang bergabung sebagai tim kampanye capres-cawapres wajib mengundurkan diri.

“Hari ini saya sudah kirim surat ke sekretariat Kementerian BUMN dan Senin besok akan berkirim surat ke Istana,” ujarnya.(*)