Infrastruktur Sumut Bakal Beres Karena Kapasitas Kepemimpinan Bobby Nasution

Politik346 Dilihat

BALIGE – Wakil Ketua Tim Pemenangan Bobby-Surya, Yudha Johansyah, SH, M.Sp meyakini permasalahan infrastruktur di Sumatera Utara bakal beres di tangan Bobby Nasution jika menjadi gubernur kelak.

Berdasar statement Bobby Nasution sebelumnya, masyarakat itu tidak mau tahu jalan itu punya kewenangan siapa, masyarakat hanya mau jalan mereka mulus.

Maka, Yudha salut dengan kinerja Bobby Nasution soal urusan jalan. Saat menjabat Wali Kota Medan, Bobby sukses memperbaiki jalan provinsi di tiga kawasan yakni Marelan, TB Simatupang dan Simpang Setiabudi. Dengan kemampuan manajerial, pengelolaan anggaran, dan lobi-lobi yang baik akhirnya Bobby berhasil menyenangkan warganya.

READ  Hutama Karya Dukung Pengentasan Kemiskinan Ekstrim di Langkat

“Itulah kemampuan Bobby Nasution dalam manajerial, manajemen anggaran, lobi-lobinya ke pusat juga. Jadi saya optimis Bobby bisa bereskan jalan nasional yang rusak di provinsi Sumut,” kata Yudha Minggu (6/10/2024) di Balige.

Bicara soal infrastruktur, lanjut Sekretaris Partai Demokrat Sumut itu berpengaruh besar kepada semua hal, utamanya perekonomian.

Maka, Yudha juga sayangkan inkonsistensi statement Edy Rahmayadi soal infrastruktur selama dia menjadi gubernur.

READ  Di Rumah Adat Puri Melayu Sri Menanti, Tokoh Masyarakat, Agama dan Adat Siap Menangkan Bobby Nasution

Saat ambil nomor urut Pilgubsu beberapa waktu lalu, dia persalahkan bahwa jalan yang rusak itu jalan nasional. Sebelumnya Edy bilang akan lanjutkan lagi perbaikan jalan yang memang belum selesai di masanya menjabat. Edy terkesan menyalahkan banyak pihak atas buruknya infrastruktur di Sumut.

“Kemudian saat kampanye di Labuhanbatu Pak Edy bilang lagi dia kecewa karena proyek jalannya distop oleh PJ gubernur Hasanuddin,” lanjut Yudha.

READ  Anak Muda di Labuhanbatu Target Menangkan Bobby-Surya 75 Persen

Sebaliknya, Bobby Nasution enggan menyalahkan pihak lain, justru berkolaborasi dengan semua pihak, terutama punya lobi yang kuat ke pusat hingga bisa memboyong dana alokasi khusus ke daerah untuk pembangunan. (Red)