SDABMBK Kota Medan Buka Pembekalan Dan Uji Sertifikasi Pelaksanaan Lapangan

Medan101 Dilihat

MEDAN – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan melalui Bidang Bina Konstruksi menggelar kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung, yang berlangsung selama tiga hari, 24–26 September 2025.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas SDABMBK, Willy Irawan, yang mewakili Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, didampingi oleh Kabid Bina Konstruksi, Fakhrul.

Hadir sebagai narasumber antara lain Dr. Sutrisno, ST, MT, Ketua LSP Astekindo Konstruksi Mandiri Sumatera Utara, serta Andriko Lubis, SE, M.Si.

READ  Taspen Safety Day Gelar Sosialisasi Kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Bagi ASN di Sumut

Acara juga dihadiri oleh seluruh peserta yang berjumlah 25 orang dari berbagai instansi dan perusahaan,Rabu,24 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Jasa Konstruksi, dengan tujuan meningkatkan kompetensi pelaksana lapangan dalam mengawasi dan melaksanakan pekerjaan konstruksi gedung secara tepat, sesuai rencana, spesifikasi teknis, anggaran, serta standar keselamatan kerja.

READ  Rico Waas "Melarikan Diri" Usai Rapat Paripurna DPRD Medan Saat Di Demo Warga Terdampak Tembok City View

Dalam sambutannya, Kabid Bina Konstruksi, Fakhrul menyampaikan, kegiatan ini penting sebagai bagian dari peningkatan mutu pelaku konstruksi di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas, Willy, menambahkan bahwa pelatihan ini juga menjadi wadah knowledge sharing, di mana peserta yang sudah berpengalaman diharapkan dapat membagikan ilmunya kepada rekan kerja. Pendekatan ini selaras dengan semangat Training of Trainer (ToT) untuk mendorong pembinaan yang berkelanjutan.

READ  Peran Sekda Wiriya Disorot, P3K-PW Resah Menanti THR: Lebaran Tahun Ini 'Gelap'

Willy juga menekankan bahwa keselamatan kerja (K3) harus menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan bahwa beberapa insiden kecelakaan kerja pernah terjadi, sehingga K3 perlu diterapkan bukan hanya sebagai kewajiban formal, tapi sebagai budaya kerja.

Diharapkan seluruh peserta dapat lulus uji sertifikasi dan menjadi tenaga kerja konstruksi yang andal, kompeten, serta siap mendukung pembangunan yang aman dan berkualitas di Kota Medan.(js)