Lapor Pak Polisil!! Oknum LSM Tutup Paksa Gudang Angkutan di Jalan Krakatau, Karyawan Terancam Hilang Pekerjaan

Headline87 Dilihat

MEDAN – Oknum Anggota LSM GUSUR buat ulah di Gudang Angkutan PT Kalimantan Jaya, Jalan Karakatau No. 4, Pulau Brayan Bengkel, Medan, Rabu (16/7). Kuat dugaan, ia menutup paksa gudang tersebut gegara pemilik gudang tak memberi ‘setoran’.

Aksi arogan tersebut disampaikan salah seorang karyawan gudang: Tria Nur Alia Sari.

Kepada awak media, Tria menceritakan,
keributan bermula saat pemilik usaha ingin mengembangkan usahanya dengan membangun tambahan tembok gudang.

READ  Terungkap! PT. GMB Tak Lindungi Karyawannya dengan BPJS Ketenagakerjaan, Gaji pun di Bawah UMP

Namun, saat proses pembangunan berlangsung, sejumlah oknum LSM GUSUR bersama anggota LPM Kelurahan mendatangi lokasi dan mempertanyakan perizinan usaha tersebut.

Menurut Tria, surat pemberitahuan aksi dari LSM tersebut diterimanya melalui Polsek Medan Timur, bukan langsung dari LSM GUSSUR.

Pemilik usaha menegaskan bahwa semua izin telah diurus, termasuk permohonan KRK untuk melanjutkan ke PBG.

READ  Kediaman Ketua KSPSI AGN Sumut Diteror, Polrestabes Medan Didesak Tangkap Pelaku

Bahkan, izin pemotongan pohon pinggir jalan juga sudah dibayarkan dengan pembayaran retribusi yang sah ke Bank Sumut atas nama RKUD Pemko Medan.

“Karena saya sudah mengurus semua izin, saya tidak menghiraukan aksi mereka. Namun, tindakan mereka sangat keterlaluan dan arogan. Dimana mereka melakukan penutupan paksa gudang milik kami dengan menggembok dan mengunci rantai secara paksa. Mereka sudah seperti penegak hukum,” sesal Tria.

READ  Hak Ahli Waris Pekerja Islamic Center Akhirnya Dibayarkan, KSPSI Sumut Apresiasi Ketegasan Pemko Medan

Tak terima dengan perlakuan oknum LSM tersebut, pihak perusahaan yang merasa dirugikan langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan.

“Kita sangat dirugikan. Untuk itu kita berharap apara penegak hukum menindak tegas aksi premanisme oknum LSM tersebut,” harap Tria.

Akibat arogansi oknum LSM tersebut, para pekerja PT Kalimantan Jaya pun terancam kehilangan mata pencaharian.
(js)