Dewan Peduli Negeri Klarifikasi Terkait Kericuhan di Depan BRI Iskandar Muda

Hukum160 Dilihat

SUARA PEKERJA, Medan – Dewan Peduli Negeri memberikan klarifikasi terkait kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan kantor BRI Cabang Iskandar Muda. Dalam keterangannya, massa aksi menilai kericuhan dipicu oleh tindakan berlebihan dari petugas keamanan bank terhadap para demonstran, termasuk peserta aksi perempuan.

Koordinator aksi dari Dewan Peduli Negeri, Reza Nasution, mengatakan pihaknya sejak awal tidak menginginkan terjadinya bentrokan dalam aksi tersebut. Namun situasi memanas setelah adanya dugaan tindakan represif dari petugas keamanan di lokasi.

READ  Polres Langkat Tangkap 118 Pelaku Narkoba

“Kami Dewan Peduli Negeri sangat menyayangkan terjadinya kericuhan di depan BRI Iskandar Muda. Kericuhan itu terjadi diduga karena tindakan berlebihan yang dilakukan petugas keamanan bank. Ada upaya pemukulan terhadap peserta aksi perempuan menggunakan tongkat, bahkan ada pemdemo wanita yang dikabarkan pingsan akibat insiden tersebut,” ujar Reza Nasution selaku koordinator aksi.

READ  DPN Soroti Dugaan Pungli Gate Portal KIM II Mabar, T.M. Yusuf: "Ada Gate Masuk, Kenapa Tak Ada Gate Keluar?"

Menurutnya, aksi yang dilakukan bertujuan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai. Ia menegaskan massa aksi tidak memiliki niat untuk membuat kerusuhan ataupun memancing bentrokan dengan pihak keamanan.

“Kami juga tidak ingin bentrokan terjadi. Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat. Namun kami menilai tindakan arogan dari oknum keamanan justru membuat situasi menjadi tidak kondusif,” lanjutnya.

READ  Bawa Keranda Mayat ke Konjen Malaysia, DPN dan Elemen Buruh Sumut Tuntut Keadilan bagi PMI

Dewan Peduli Negeri meminta agar peristiwa tersebut menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk manajemen bank dan aparat terkait, agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum.

Selain itu, mereka juga meminta adanya evaluasi terhadap tindakan pengamanan aksi unjuk rasa agar tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis, khususnya terhadap peserta aksi perempuan.(rz) *