LIPPSU Kritik Penumpukan Jabatan Agus Fatoni: Bukan Rangkap, Tapi “Serakah Jabatan”

Medan67 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Sumatera Utara (LIPPSU), AM Sinik, melontarkan kritik keras terhadap banyaknya jabatan strategis yang dipegang oleh Agus Fatoni. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan seolah-olah Indonesia kekurangan sosok profesional untuk mengisi posisi penting di lembaga negara maupun institusi publik.

Menurut AM Sinik, saat ini Agus Fatoni diketahui memegang sejumlah jabatan strategis sekaligus. Di pemerintahan pusat, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal di Kementerian Dalam Negeri. Di Sumatera Utara, ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di Bank Sumut. Terbaru, ia kembali mendapat amanah sebagai Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

READ  LIPPSU: Disnaker Sumut Di Tengah Bara Api Buruh Islamic Center

“Ini bukan lagi sekadar rangkap jabatan, tapi sudah mengarah pada serakah jabatan. Seolah-olah di republik ini tidak ada lagi orang yang mampu mengisi posisi-posisi tersebut selain dia,” tegas AM Sinik, Sabtu (15/3/2026).

Ia juga menyinggung penunjukan Agus Fatoni sebagai Komisaris Independen Bank Sumut yang menurutnya tidak lepas dari nuansa politik. AM Sinik menduga jabatan tersebut merupakan bagian dari politik balas budi yang berkaitan dengan kekuasaan di daerah, termasuk kedekatan dengan Bobby Nasution.

READ  LIPPSU Laporkan Sekban Bapenda Rudi Hadian Siregar, Diduga Terlibat KKN Proyek Internet Bapenda Sumut Ke KPK dan Kejagung

Menurutnya, praktik penumpukan jabatan pada satu orang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat dan mencederai semangat pemerataan kesempatan bagi tokoh-tokoh lain yang juga memiliki kapasitas.

“Indonesia ini tidak kekurangan orang pintar. Banyak profesional dan tokoh yang punya kemampuan memimpin lembaga-lembaga strategis. Tapi kenapa selalu orang yang sama yang terus diberi jabatan?” ujarnya.

READ  FPAN dan PRABU Geruduk BPJS Ketenagakerjaan, Soroti Temuan Ombudsman dan Tunggakan Iuran PT Hugo

Karena itu, AM Sinik meminta Presiden Prabowo Subianto untuk lebih cermat dalam melihat fenomena penumpukan jabatan tersebut. Ia berharap pemerintah dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada tokoh-tokoh lain yang memiliki kompetensi dan integritas.

“Jangan sampai jabatan-jabatan strategis hanya berputar pada segelintir orang. Ini negara besar, sumber daya manusianya juga banyak. Harus ada pemerataan kepercayaan,” pungkasnya.(cil)*