SUARA PEKERJA, JAKARTA – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, secara tegas menyatakan dukungannya agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah komando Presiden.
Hal tersebut disampaikan Andi Gani dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Ia menolak keras wacana yang menggulirkan ide agar Polri ditempatkan di bawah kementerian tertentu.
Menurut Andi Gani, kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan salah satu pencapaian fundamental dari era reformasi yang harus dijaga keberlangsungannya.
“Polri harus tetap di bawah Presiden. Karena itu adalah amanah reformasi yang tidak bisa ditekan oleh sekelompok orang,” ujar Andi Gani di hadapan anggota Komisi III DPR.
Ia menilai, independensi dan fungsi Polri akan lebih terjaga jika bertanggung jawab langsung kepada kepala negara, alih-alih berada di bawah birokrasi kementerian yang berpotensi memicu tumpang tindih kepentingan.
Selain menyoroti posisi kelembagaan, Andi Gani juga menekankan pentingnya peran legislatif dalam menentukan pucuk pimpinan Korps Bhayangkara. Ia berpendapat bahwa proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Kapolri tidak boleh bergeser dari DPR.
“Fit and proper calon Kapolri harus tetap berada di Komisi III DPR. Karena itu adalah check and balances antara legislatif dengan eksekutif,” sambungnya.

Sementara, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan, hubungan Polri dan buruh saat ini sangat berbeda dengan era-era sebelumnya. Kini, Polri dan buruh bisa berdampingan erat.
“Jadi kalau zaman dulu, zaman saya aktivis pembela buruh itu kayak Tom and Jerry, kalau sekarang dengan polisi dan buruh kayak Teletubbies. Kalau teletubbies itu berpelukan,” kata Habiburokhman.
Habiburokhman menilai, dukungan dari perwakilan buruh itu sangat strategis mengingat jumlah dari para buruh.
“Teman-teman buruh ini dari segi quality dan quantity-nya sangat signifikan ya. Dari segi jumlahnya sangat besar, dari segi strategis, kedudukan yang sangat strategis. Tentu juga akan berperan besar dalam mengawal percepatan reformasi Polri ini ya,” ujar Habiburokhman. (cil) *
