Gaji Tertunggak 1,5 Bulan, Puluhan Pekerja Proyek Stadion Teladan Geruduk Kantor PT WIKA Gedung Malam Hari

News64 Dilihat

Suara Pekerja – Puluhan orang karyawan PT Wijaya Karya Gedung (WIKA Gedung) yang bekerja di proyek strategis Stadion Teladan Medan menggeruduk kantor PT WIKA Gedung pada Kamis malam (22/1/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas gaji yang belum dibayarkan selama satu bulan setengah.

Aksi ini bukan kali pertama terjadi. Para pekerja mengungkapkan, kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2025, namun hingga kini kembali terulang tanpa penyelesaian tuntas.

READ  Hari Statistik Nasional, BPS Sumut Ajak Masyarakat Donor Darah

Salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan Posmetro Medan mengaku kecewa dan lelah dengan janji manajemen.

“Sudah satu bulan setengah gaji kami belum dibayarkan, bang. Janji-janji terus. Katanya minggu depan, minggu depan. Kalau mereka ingkar lagi, kami datang lagi,” ujarnya dengan nada kesal.

Menurut para pekerja, keterlambatan pembayaran upah sangat berdampak pada kehidupan mereka dan keluarga, terlebih proyek Stadion Teladan disebut sebagai proyek strategis Kota Medan yang seharusnya dikelola secara profesional.

READ  Rivan A. Purwantono Paparkan Berbagai Langkah Strategis Jasa Raharja dalam Mukernas Organda

Ironisnya, upaya konfirmasi wartawan Posmetro Medan kepada pihak perusahaan justru menemui jalan buntu. Humas PT WIKA Gedung yang dihubungi melalui pesan WhatsApp memilih memblokir nomor wartawan, alih-alih memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi.

Sikap tertutup tersebut dinilai semakin memperburuk citra perusahaan pelat merah sekaligus mencederai kepercayaan publik terhadap pengelolaan proyek strategis daerah.

READ  Anggota DPR dan BGN Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Tanjung Langkat

Hingga berita ini diturunkan, PT WIKA Gedung belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan para pekerja maupun alasan keterlambatan pembayaran gaji.

Publik kini menanti langkah tegas dari pihak terkait, termasuk Pemerintah Kota Medan, agar hak-hak pekerja tidak terus dikorbankan di balik megahnya proyek pembangunan.(cil)*