OJK Sumut sebut 337 kegiatan literasi keuangan sepanjang 2024

Sumut124 Dilihat

Medan – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumatera Utara (OJK Sumut) mengatakan sebanyak 337 kegiatan edukasi literasi keuangan di wilayah ini sepanjang 2024.

“Sektor jasa keuangan telah melaksanakan 337 kegiatan edukasi literasi keuangan dengan total 82.572 peserta,” ujar Direktur Pengawasan PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara Yusri di Medan, Rabu.

Yusri melanjutkan dari ribuan peserta yang diberikan edukasi literasi keuangan menjangkau berbagai lapisan masyarakat di 33 kabupaten atau kota di Provinsi Sumut.

READ  Polres Madina Tanam Jagung Serentak 5 Hektar

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi literasi keuangan masyarakat dalam memastikan pemahaman terkait produk dan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.

“Serta, mendorong kemampuan dalam mengelola keuangan secara cakap dan bijak dalam kehidupan sehari-hari,” kata Yusri.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan praktik judi daring yang semakin
marak.

READ  Kasum TNI Kunjungi Wilayah Kodam I/BB, Tinjau Penanganan Bencana dan Infrastruktur di Tapanuli Tengah

“OJK Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk terus membangun kesadaran serta pemahaman masyarakat agar lebih berhati-hati dan cerdas dalam
mengelola keuangan,” kata dia.

Di sisi lain, ia menambahkan perekonomian Sumut menunjukkan performa positif dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,20 persen year on year pada triwulan III 2024.

Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya yang tumbuh 4,95 persen yera on year. Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan penguatan ekonomi Sumut.

READ  Wujudkan Kepedulian, SPKEP SPSI Sumut Salurkan Bantuan dari PUK SPKEP SPSI PT NOK Indonesia bagi Korban Banjir di Tapanuli Tengah

“Ini didorong oleh peningkatan kinerja berbagai sektor, serta menunjukkan tren pemulihan yang semakin solid di tengah tantangan perekonomian global,” katanya dikutip dari Antara. (red/ant)