Ketua Komisi 3 Dewan K3 Sumut Minta Kepolisian Investigasi Mendalam Terkait Kebakaran Asrama Haji Medan

Rileks79 Dilihat

MEDAN – Ketua Komisi 3 Dewan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) Sumatera Utara T. M. Yusuf menyayangkan insiden kebakaran yang melahap Gedung Hotel Madinah Al Munawarroh di kompleks Asrama Haji Medan, Rabu (30/7/2025). Dia mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kejadian.

Kepada awak media, Yusuf menyatakan keanehan insiden kebakaran di Asrama Haji Medan.

“Aneh saja rasanya, satu gedung asrama haji dimana dana abadi ummat yang nilainya luar biasa dan tak pernah habis, tetapi kondisi gedungnya begitu rentan. Tak ada sistem pemadam kebakaran yang tepasang dengan rapi. Hal ini menjadi tanya besar, sehingga melahirkan satu konotasi negatif, ada apa ini? Apakah ada unsur kesengajaan,” ungkap Yusuf.

READ  Rutan Tarutung Rayakan Natal Penuh Sukacita

Untuk itu ia meminta kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas dari penyebab kebakaran. Apakah ada unsur kesengajaan?

“Kita meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan investigasi mendalam penyebab kebakaran. Apakah disitu ada kelalaian, atau, jangan-jangan ada unsur kesengajaan,” sebut Yusuf.

Seperti diketahui, kobaran api melahap Gedung Hotel Madinah Al Munawarroh di kompleks Asrama Haji Medan, pada Rabu (30/7/2025).

READ  Carut Marut Ramadan Fair 2026, Diduga Minim Persiapan Meski Anggaran Rp 2,8 Miliar

Peristiwa ini terjadi saat gedung tengah digunakan untuk pelatihan oleh Balai Wilayah Sungai. Asap tebal yang tiba-tiba muncul membuat peserta panik dan langsung dievakuasi keluar gedung.

Tujuh unit armada pemadam dikerahkan Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan untuk memadamkan api.

“Api mulai terlihat sekitar pukul 12.00 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.54 WIB,” ujar Kepala Dinas, Muhammad Yunus.

READ  Pangdam I/BB Ikuti Vidcon Launching 1.061 KDKMP oleh Presiden RI

Meski api sudah padam, penyebab kebakaran masih menyisakan tanda tanya besar.

“Kami belum bisa memastikan asal api. Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” tegas Yunus.(js)