Plt. Kadis SDABMBK Gibson Panjaitan Hadiri Kick- Off Meeting Misi World Bank untuk Program NUFREP di Kota Medan

Medan45 Dilihat

MEDAN – Plt. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan didampingi Sekretaris Dinas, Willy Irawan, menghadiri Kick-Off Meeting misi World Bank untuk Program NUFFREP digelar di Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera II di Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Medan Johor.

Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan Kolam Retensi Selayang lanjutan serta penanganan banjir di aliran Sungai Kera, Selasa (18/11/2025).

Rapat dihadiri oleh Kepala BWSS II, PT KIM, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Dinas Perkim, Bappeda, serta SDABMBK Kabupaten Deli Serdang.

READ  Soal Tudingan 'Penyelundupan' Wanita Penghibur ke Dalam Tahanan, Ini Kata Karutan Labuhandeli

Dalam pertemuan itu, Plt. Kadis SDABMBK selaku perwakilan dari Pemko Medan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan dan penanganan banjir. Salah satu isu utama yang dibahas adalah masih adanya sejumlah lahan di wilayah Mabar yang belum dilepaskan untuk kepentingan pembangunan.

Sebelumnya, rapat koordinasi telah dilakukan di Kantor Wali Kota bersama camat dan perwakilan PT KIM untuk meninjau langsung kondisi lahan yang perlu dibebaskan.

READ  SPMI Sumut Kecam Modus 'Audisi Gratis' Hotel dan Cafe di Medan: Itu Eksploitasi, Bukan Seleksi!

Pihak terkait menjelaskan, proses verifikasi kepemilikan dan penilaian harga lahan sedang berjalan. Langkah ini penting untuk memastikan nilai ganti rugi yang layak bagi warga pemilik lahan. Plt. Kadis menyampaikan bahwa program ini tidak akan dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan anggaran PPD yang ada, mengingat keterbatasan alokasi yang mungkin baru tersedia hingga dua tahun ke depan.

Meski demikian, Pemko Medan menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program strategis ini, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap pengurangan banjir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Medan dan sekitarnya.

READ  PT Angkasa Pura II (PT AP II ) Bungkam, Kegiatan Fiktif Jadi Temuan BPK Miliaran, Salah Satunya Bandara Kualanamu

Pihaknya juga meminta tambahan waktu hingga akhir Desember untuk menyelesaikan hal-hal teknis yang masih tertunda agar pembangunan tidak terhambat pada tahap realisasi.

Rapat ditutup dengan harapan agar seluruh pihak terus memperkuat koordinasi sehingga pembangunan kolam retensi dan penanganan banjir dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(js)