Jaksa ‘Koboy’ Todong Senjata Demi Bela Kekasih, Begini Keterangan Saksi

Hukum98 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN – Aksi dugaan pengancaman menggunakan senjata api yang melibatkan seorang pria yang disebut-sebut sebagai oknum jaksa bergaya ‘koboy’ berinisial ENM menghebohkan warga. Peristiwa itu terjadi di sebuah pos keamanan pada Minggu ( 15/3/2026) dan dipicu oleh emosi seorang wanita ( Kidu) yang diduga adik kandung korban yang juga merupakan kekasih pelaku.

Berdasarkan keterangan saksi mata Ayatullah Komeni Pulungan (Security), yang berada di lokasi, insiden bermula dari kedatangan Kidu yang mencari pria bernama Bang Ari, yang juga dikenal dengan Tile.

Kronologi Awal

Ayatullah menuturkan, saat itu ia menjelaskan bahwa Bang Ari sedang tidak berada di tempat karena pergi ke Patumbak untuk menjemput istrinya. Namun, jawaban tersebut justru memicu kemarahan Kidu.

READ  Polda Sumut Tetapkan Eks Kepala Unit BNI Aek Nabara Tersangka Penggelapan Dana Jemaat Rp28 Miliar

Dalam kondisi emosi, Kidu kemudian melakukan aksi perusakan di sekitar lokasi.

Ia menendang sepeda motor Honda Beat berwarna merah yang terparkir di area pos. Tidak berhenti di situ, wanita tersebut juga mengambil gelas serta tumbler dan melemparkannya dengan penuh amarah.

Ayatullah mengaku telah berupaya menenangkan dengan menjelaskan bahwa kendaraan tersebut bukan milik Bang Ari, melainkan milik orang lain. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil.

Ketegangan mencapai puncaknya sekitar pukul 17.50 WIB, ketika ENM datang mengendarai sepeda motor dan langsung menghampiri lokasi.

READ  Niat Klaim Asuransi, Kakak Bunuh Adik Kandung

Tanpa banyak bicara, ENM langsung menghentikan motornya, membuka tas, dan mengeluarkan senjata api.

“Dia datang, standar-kan kereta, langsung buka tas dan mengeluarkan senjata. Senjata itu langsung ditodongkan ke arah saya,” ungkap Ayatullah.

Tak hanya itu, ENM juga melontarkan ancaman serius yang ditujukan kepada Bang Ari.

“Di mana si Tile itu? Bilang sama dia, datang ke sini biar kubunuh dia!” ujar Ayatullah menirukan perkataan pelaku.

Saksi Trauma dan Merasa Terancam

Ayatullah mengaku saat kejadian dirinya seorang diri di dalam pos dan tidak mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi. Ia merasa terancam dan kebingungan atas tindakan pelaku.

READ  Dugaan Kasus Korupsi Pengelolaan BUMD PT Pembangunan Belitung Timur 2015-2019, Kejaksaan Tetapkan Seorang Tersangka

“Saya diam saja, bingung apa salah saya sampai ditodong senjata. Dia datang tiba-tiba tanpa alasan yang jelas ke saya,” tuturnya.

Setelah melakukan pengancaman, ENM bersama Kidu kemudian meninggalkan lokasi.

Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan penyalahgunaan senjata api dan ancaman kekerasan.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan transparan guna menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekitar.(cil)