PDI Perjuangan Sumut Desak Langkah Konkret Atasi Banjir dan Lindungi Petani di Lau Solu

Sumut12 Dilihat

SUARA PEKERJA, KARO – PDI Perjuangan Sumatera Utara menyoroti banjir yang merendam kawasan Desa Lau Solu, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga setempat.

Sutrisno Pangaribuan, S.T., Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang dialami masyarakat. Menurutnya, banjir di kawasan tersebut membutuhkan perhatian serius dan tidak cukup ditangani melalui langkah darurat setiap kali terjadi hujan. Pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab banjir serta memastikan adanya solusi yang dapat mencegah kejadian serupa terus berulang.

“Pemerintah harus segera turun ke lapangan dan memastikan apa yang menjadi penyebab banjir di Lau Solu. Jangan hanya melakukan penanganan ketika air sudah meluap, tetapi membiarkan persoalan yang sama terus terjadi. Lahan pertanian yang terendam berarti ada potensi kehilangan hasil panen dan pendapatan petani. Karena itu, kami meminta pemerintah segera menghitung kerugian masyarakat dan menyiapkan langkah penanganan yang jelas, termasuk pembenahan infrastruktur pengairan di kawasan tersebut,” ujar Sutrisno.

READ  Polrestabes Medan dirikan posko kesehatan, beri pelayanan medis

Dia menambahkan, penanganan banjir di Desa Lau Solu perlu melibatkan koordinasi lintas pemerintahan, mulai dari pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan masing-masing. Evaluasi terhadap kondisi sungai, saluran irigasi, kapasitas drainase, serta infrastruktur pengendalian banjir perlu dilakukan untuk mengetahui akar persoalan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Menurutnya, persoalan ini juga berkaitan dengan keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah. Apabila lahan pertanian terus terendam, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam satu musim tanam, tetapi juga dapat memengaruhi pendapatan petani dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Iriani Br. Tarigan, Ketua DPRD Kabupaten Karo sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karo, turut menyampaikan keprihatinan atas kondisi masyarakat yang terdampak banjir. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus segera hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sekaligus melakukan pendataan terhadap luas lahan pertanian yang terdampak, kondisi tanaman, dan potensi kerugian yang dialami petani.

READ  USU Dorong Internasionalisasi Mahasiswa Melalui IISMA

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan kondisi masyarakat dan petani yang terdampak. Pemerintah harus hadir, melakukan pendataan secara menyeluruh, melihat kebutuhan di lapangan, dan memastikan ada langkah nyata untuk membantu masyarakat. Jangan sampai petani dibiarkan menghadapi sendiri kerugian yang mereka alami,” tegas Iriani.

Iriani juga mendorong agar perangkat daerah dan instansi teknis terkait segera berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan, baik dalam masa tanggap darurat maupun pemulihan setelah banjir. Menurutnya, pendataan yang akurat menjadi bagian penting agar bantuan dan kebijakan penanganan dapat diberikan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa persoalan banjir di kawasan Lau Solu perlu menjadi perhatian bersama karena menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat dan produktivitas pertanian Kabupaten Karo. Penanganan tidak boleh berhenti pada upaya mengatasi genangan air, tetapi harus disertai perencanaan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air yang berorientasi pada pencegahan.

READ  Judi dan Dugaan Peredaran Narkoba di Sibolangit Disorot, Disebut Ada 8 Titik dan Dugaan Setoran kepada Oknum Aparat

“Kami berharap seluruh pihak dapat duduk bersama mencari jalan keluar terbaik. Petani membutuhkan kepastian agar dapat kembali beraktivitas dan tidak terus dihantui ancaman banjir setiap musim hujan. Ini bukan hanya persoalan Desa Lau Solu, tetapi juga menyangkut kepentingan pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Karo,” tutup Iriani.

PDI Perjuangan Sumatera Utara berharap persoalan banjir di Desa Lau Solu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut konkret dari pemerintah serta seluruh instansi terkait. Perlindungan terhadap masyarakat dan petani harus menjadi bagian penting dalam setiap kebijakan penanganan bencana, sehingga persoalan serupa tidak terus berulang dan keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Karo dapat tetap terjaga.(cil)*