Dinas SDABMBK Kota Medan dan BBWS Sumatera II Rapat Terkait Rencana Program Pengendalian Banjir Kota Medan

Medan44 Dilihat

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin rapat pembahasan program kerja BBWS Sumatera II Medan TA 2025 yang mencakup wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, Senin (20/10/2025).

Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas SDABMBK bersama BBWS Sumatera II menegaskan komitmen kolaboratif untuk menangani banjir yang kian parah di wilayah Medan dan Deli Serdang. Disepakati bahwa persoalan banjir telah berada pada level krisis dan tidak bisa diselesaikan secara parsial.

READ  Konferensi Pers Penyesuaian Tarif Parkir Resmi di Kota Medan

Hadir dalam rapat tersebut Plt. Kadis SDABMBK, Gibson Panjaitan, didampingi oleh Sekretaris Dinas Willy Irawan, Asekbang, Kepala Bappeda, Kadis Perkim, Camat, Lurah, dan perwakilan Kawasan Industri Medan (KIM). Dalam pemaparannya, Wali Kota menyebutkan bahwa 17 dari 21 kecamatan di Medan terdampak banjir saat hujan terakhir, menunjukkan lebih dari 80% wilayah kota sangat rentan.

Wali Kota menegaskan, banjir bukan hanya disebabkan curah hujan tinggi, tapi juga akibat siklus tahunan yang semakin parah. Masyarakat kini hidup dalam kondisi tidak normal dengan rumah, perabotan, hingga dapur terendam air. Pemkot menekankan perlunya langkah bersama yang cepat dan konkret.

READ  Kandang Unggas di Tengah Permukiman Padat Diduga Jadi Lapak Narkoba, Tiga Pria Diciduk Polisi

Salah satu akar masalah yang disorot adalah buruknya tata guna lahan, terutama alih fungsi ruang terbuka hijau menjadi kawasan permukiman atau komersial. Proses pembebasan lahan untuk proyek pengendalian banjir juga masih terkendala, terutama terkait kejelasan ganti rugi kepada warga.

Wali Kota meminta masyarakat melihat persoalan ini sebagai kepentingan publik, bukan semata soal kepemilikan pribadi. Pendekatan persuasif dan legal akan terus diupayakan agar solusi dapat diterapkan tanpa menimbulkan konflik sosial di lapangan.

READ  IM-MUDA Sumut Gelar Aksi di Kantor Wali Kota Medan, Desak Copot Lurah Terjun dan Usut Dugaan Mafia Tanah

Meski mengapresiasi langkah BBWS, Pemkot menolak praktik saling lempar tanggung jawab antarinstansi. Penundaan proyek di Sungai Deli, Babura, dan Selayang menjadi sorotan. Wali Kota menutup rapat dengan menegaskan bahwa penyelesaian banjir adalah prioritas utama dan menjadi luka lama yang harus ditangani secara serius dan kolaboratif.(js)