MEDAN – Persatuan Buruh (Prabu) Peduli K3 Sumatera Utara mendukung DPRD Kota Medan untuk membuat Pansus lnvestigasi PUD Pasar Kota Medan yang melibatkan pedagang dan masyarakat.
Dukungan usulan ini terkait pengusaha Kota Medan bernama A Siang melalui perusahaanya, PT Medan Megah Development (MMD), yang sempat dipersoalkan atas tudingan jual beli lapak kios di PUD Pasar Kota Medan.
Dugaan ini sempat mencuat di Komisi 3 DPRD Kota Medan, serta Direksi yang tidak peduli terkait persoalan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
“Prabu Peduli K3 mendukung Komisi 3 DPRD Kota Medan membuat Pansus Investigasi PUD Pasar Kota Medan terkait persoalan persoalan di 52 Pasar Kota Medan dan revitalisasi Pusat Pasar,” ungkap Ismail SE, Ketua Prabu Peduli K3 Sumut, Rabu (21/5/2025)
Sebelumnya diberitakan, PUD Pasar Kota Medan melalui Direktur Keuangan PUD Pasar Kota Medan, Fernando Napitupulu mengungkapkan, revitalisasi Pusat Pasar Kota Medan akan dilakukan oleh pengusaha Kota Medan bernama A Siang melalui perusahaanya, PT Medan Megah Development (MMD).
Hal ini diungkapkan Fernando yang datang bersama Direktur Operasional PUD Pasar Kota Medan, Ismail Pardede, saat usai dicecar pertanyaan oleh Komisi III DPRD Medan saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banmus DPRD Medan, Selasa (11/3/2025).
Awalnya, Anggota Komisi III DPRD Medan, Doli Indra Rangkuti saat RDP mempertanyakan rencana revitalisasi Pusat Pasar tersebut.
Ia bertanya, perusahaan apa yang melakukan revitalisasi dan apa latar belakang perusahaan tersebut.
“Kami ingin mengetahui detail rencana revitalisasi Pusat Pasar itu dan perusahaan yang menanganinya,” ucap Doli.
Fernando menjelaskan, di kawasan tersebut terdapat dua zona yang memiliki aset. Untuk Zona A dan B milik Pemko Medan, dalam hal ini Medan Mall. Sedangkan Zona C merupakan pasar tempat para pedagang berjualan milik PUD Pasar.
Menurut Fernando Napitupulu, perusahaan yang akan melakukan rrevitalisasi ialah PT MMD. “PT MMD ini milik A Siang,” kata Fernando.
Dalam rapat tersebut, para pedagang juga mengeluhkan kekhawatiran terjadinya peristiwa kebakaran di Pusat Pasar. Sebab sejak isu revitalisasi muncul, telah terjadi beberapa kali kebakaran.
“Bahkan di tahun 2024 lalu, Pusat Pasar sudah tiga kali kebakaran. Terakhir, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Desember lalu,” tuturnya.
Untuk itu, para pedagang Pusat Pasar meminta Pemko Medan untuk menyiapkan posko pemadam kebakaran di seputar Pusat Pasar.
“Kami minta dibuat posko pemadam kebakaran, karena Pusat Pasar sudah beberapa kali terbakar,” pungkasnya.(js)
