Satu Tahun Kepemimpinan Rico Waas, KSPSI Sumut: Belum Ada Gebrakan Signifikan, Soroti Status PLT Kadis SDMBK

Medan82 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN – Kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kini tengah berada di bawah radar kritis kaum buruh. Memasuki satu tahun masa kepemimpinannya, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumut, T.M. Yusuf, blak-blakan menyebut belum melihat adanya perubahan signifikan bagi warga Medan, khususnya para penerima upah.

“Satu tahun perjalanan itu bukan waktu yang singkat. Kami dari kaum buruh yang merupakan mayoritas, sekitar 80 persen penduduk Kota Medan jika menyertakan ASN sebagai penerima upah,  melihat hal-hal signifikan yang dilakukan Pak Rico itu belum nampak,” tegas T.M. Yusuf kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).

READ  Nezar Djoeli Curigai Spanduk Kritik Wali Kota Medan Sarat Provokasi

Yusuf mengakui bahwa Rico Waas mewarisi kondisi pembangunan yang bisa dikatakan masih “semi-carut marut” dari pemerintahan sebelumnya. Hal ini, menurutnya, menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan oleh Wali Kota saat ini.

Meski sempat memberikan apresiasi di enam bulan pertama sebagai masa penyesuaian, KSPSI kini mulai menagih hasil nyata.

“Membangun memang tak cukup enam bulan. Tapi kalau sudah lewat satu tahun, ini wajib menjadi perhatian semua pihak. Bukan hal yang mudah memang, tapi bukan juga hal yang sulit kalau ada kemauan,” cetusnya.

READ  Dinas SDABMBK Gelar Rapat Pembahasan Dokumen Peil Banjir PT. Chansa Group

Di tengah kritikannya, Yusuf justru memberikan jempol pada kinerja Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDMBK) Kota Medan. Ia menilai OPD ini sangat gerak cepat (gercep) dalam penanganan banjir, konstruksi, hingga urusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“SDMBK itu kami lihat sangat keren dan peduli. Kemarin saya diundang jadi narasumber bersama Dirjen Kementerian PUPR dalam FGD mereka. Mereka sangat konsen dan perhatian, bahkan sampai ke tingkat petugas pembersih taman, standarnya komplit,” ungkap Yusuf.

Namun, ia menyayangkan keputusan Wali Kota yang masih mempertahankan status Pelaksana Tugas (PLT) pada pimpinan dinas tersebut. Menurutnya, hal ini merugikan Pemerintah Kota Medan sendiri.

READ  Ketua RANZ Ibrahim Dukung Program Wali Kota Medan Rico Waas untuk Kesejahteraan Lansia

“Sangat disayangkan, satu tahun perjalanan tapi Kadis SDMBK masih tetap di-PLT-kan. Ini kerugian bagi Pak Wali. Padahal, SDMBK bisa menjadi trigger (pemicu) bagi OPD lain untuk bekerja lebih baik,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, T.M. Yusuf berharap Rico Waas mampu merangkul seluruh stakeholder untuk menuntaskan banyaknya PR yang masih menumpuk di Kota Medan.

“Kami berharap Pak Wali mampu bersinergi dengan seluruh elemen. Banyak PR yang harus diselesaikan, terutama soal kesejahteraan pekerja dan pembangunan yang merata,” pungkasnya. (cil) *