KSPSI Sumut Apresiasi Puspom TNI Gerak Cepat Ringkus 4 Prajurit Penyiram Air Keras Aktivis Kontras

Nasional62 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara, T.M. Yusuf, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI. Hal ini menyusul langkah cepat Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) yang berhasil meringkus empat oknum prajurit terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras, Andrie Yunus.

Langkah tegas TNI ini dinilai sebagai bukti komitmen institusi dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, meski melibatkan personel aktif.

T.M. Yusuf menegaskan bahwa tindakan cepat Puspom TNI memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil dan aktivis yang berjuang demi keadilan.

READ  BP Taskin Terima Delegasi UN-SDSN BP, Bahas Strategi Pengentasan Kemiskinan

“Kami sangat mengapresiasi respons kilat Puspom TNI. Ini adalah bukti bahwa tidak ada ruang bagi tindakan anarkis, apalagi yang menyasar aktivis kemanusiaan. Ketegasan ini mengembalikan kepercayaan publik bahwa hukum tetap tegak di lingkungan militer,” ujar T.M. Yusuf, Kamis (19/3/2026).

Ia juga berharap agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Sebelumnya, Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa keempat prajurit tersebut kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.

“Adapun dari empat yang diduga tersangka tadi, pertama inisial NDP, kedua inisial SL, ketiga inisial BHW, dan keempat inisial ES,” ungkap Yusri.

READ  Mitigasi Resiko, JPN Kejari Bandar Lampung Jadi Narasumber di Rakor Madrasah se-Kota Bandar Lampung

Meski identitas lengkap belum dipublikasikan secara mendetail, para terduga diketahui merupakan perwira aktif dengan pangkat bervariasi, mulai dari Lettu, Letda, hingga Kapten. Mereka tercatat berasal dari satuan Denma Bais Mabes TNI yang mencakup unsur TNI Angkatan Udara (AU) dan TNI Angkatan Laut (AL).

Keterlibatan prajurit aktif dalam kasus kekerasan ini sempat menimbulkan tanda tanya besar terkait pengawasan internal di tubuh TNI. Terlebih, korban Andrie Yunus merupakan tokoh dari lembaga yang konsisten mengawal isu pelanggaran HAM.

Hingga saat ini, motif penyerangan masih didalami oleh penyidik. Aparat tengah memastikan apakah aksi tersebut merupakan inisiatif individu atau memiliki kaitan dengan aktivitas advokasi yang dilakukan korban.

READ  Dinilai Tak Kompeten Jabat Menteri Kehutanan, GMNI Medan Minta Presiden Copot Raja Juli Antoni

Di sisi lain, kondisi Andrie Yunus dilaporkan masih dalam tahap pemulihan akibat luka siraman air keras yang dideritanya. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil terus mengalir deras sebagai bentuk solidaritas.

Puspom TNI menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara profesional. Penanganan perkara ini dinilai akan menjadi ujian penting bagi kredibilitas penegakan hukum di lingkungan militer, sekaligus cerminan komitmen negara dalam melindungi para pembela Hak Asasi Manusia (HAM). (dam) *