Kandang Unggas di Tengah Permukiman Padat Diduga Jadi Lapak Narkoba, Tiga Pria Diciduk Polisi

Medan30 Dilihat

Suara Pekerja-Peredaran narkoba di Kota Medan semakin memprihatinkan. Sebuah kandang unggas yang berada di tengah permukiman padat penduduk di Jalan Denai Gang Jati diduga disulap menjadi lokasi transaksi narkotika jenis sabu.

Lokasi yang dari luar tampak seperti kandang ayam dan bebek biasa itu akhirnya digerebek personel Satresnarkoba Polrestabes Medan pada Kamis (14/5) dini hari.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan tiga pria yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba. Dari lokasi, petugas menemukan empat paket sabu siap edar dengan berat bruto sekitar 0,60 gram.

READ  Blackout Sumbagut, Lailatul Badri : " PLN Harus Beri Kompensasi untuk Warga"

Tak hanya itu, aparat juga menemukan alat isap sabu serta plastik pembungkus yang disembunyikan di area kandang unggas di dalam rumah warga. Modus itu diduga digunakan untuk mengelabui masyarakat maupun petugas.

Pengungkapan ini kembali membuka fakta bahwa peredaran narkoba kini semakin berani menyusup ke tengah lingkungan masyarakat padat penduduk. Tempat yang seharusnya menjadi kawasan aman bagi warga dan anak-anak justru diduga dijadikan lokasi transaksi barang haram.

READ  Polrestabes Medan Musnahkan Ratusan Sajam dan Kembalikan Barang Bukti Sepeda Motor

Kasatresnarkoba Rafli Yusuf Nugraha menegaskan pihaknya akan terus memburu pelaku penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah Kota Medan tanpa pandang bulu.

Ia menyebut penggerebekan tersebut merupakan bentuk keseriusan aparat dalam membersihkan Kota Medan dari ancaman narkoba yang semakin meresahkan masyarakat.

Warga sekitar pun diimbau agar tidak takut melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal mereka.

READ  Massa Aksi Unjuk Rasa Keluarga Korban Penganiayaan Brutal Minta Polrestabes Medan Secepatnya Serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejari Medan

Peredaran narkoba di kawasan permukiman dinilai bukan hanya mengancam keamanan lingkungan, tetapi juga berpotensi menghancurkan masa depan generasi muda. Polisi memastikan pengembangan kasus masih terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain di balik aktivitas tersebut.(Rz)