Belasan Siswa SD Negeri 060870 MEDAN Diduga Keracunan Usai Minum Susu MBG, Dilarikan Ke Rumah Sakit

Medan77 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN — Belasan siswa SD Negeri 060870 yang berlokasi di Jalan Krakatau, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, diduga mengalami keracunan setelah meminum susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah siswa mengalami gejala mual setelah mengonsumsi susu yang diduga berasal dari program MBG tersebut.

Mengetahui kondisi para siswanya, pihak sekolah segera membawa mereka ke Rumah Sakit Imelda untuk mendapatkan pertolongan medis.

READ  Gibson Panjaitan Resmi Dilantik sebagai Sekdis SDA Sumatera Utara: Prioritaskan Standar K3 Konstruksi

“Informasinya, siswa-siswa itu diduga mengalami mual setelah meminum susu MBG,” ujar seorang personel kepolisian.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan pangan dalam program pemenuhan gizi bagi peserta didik. Namun, penyebab pasti gejala yang dialami para siswa masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa pihaknya telah mengetahui informasi mengenai dugaan keracunan tersebut.

READ  Sebulan Tuntutan Kompensasi MBG di Karo, PDI Perjuangan Terus Kawal Hak Siswa

“Sudah tahu kita soal kejadian itu. Saat ini sedang kita monitoring. Saya enggak bisa memberikan keterangan lebih jauh,” terangnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jumlah pasti siswa yang terdampak, kondisi terkini para siswa, maupun hasil pemeriksaan medis yang dapat memastikan penyebab kejadian tersebut.

Pihak terkait diharapkan segera melakukan penelusuran terhadap susu yang dikonsumsi para siswa, termasuk memeriksa sampel produk, proses penyimpanan, distribusi, serta pihak penyedia makanan dan minuman dalam program MBG tersebut.

READ  Kolaborasi Balai K3 Medan dan Pengawas Ketenagakerjaan Tekan Angka Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja

Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, agar tujuan pemenuhan gizi bagi anak sekolah tidak justru menimbulkan risiko kesehatan.(cil)*