Soal Supir Tewas di Lokasi Proyek Pembangunan Jalan Cut Meutia Medan, Prabu Peduli K3 Kecewa Kinerja Kadisnaker Sumut

Headline95 Dilihat

MEDAN – Insiden tewasnya seoran supir di proyek pembangunan Jalan Cut Mutia, Kelurahan Madrah Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (18/11/2025), membuat geram Rasyid Nasution. Ketua Persatuan Buruh (Prabu) Peduli K3 Sumut ini pun menyayangkan sikap Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara yang terkesan abai dan memandang remeh terkait kecelakaan kerja.

Kepada awak media, Jumat (21/11/2025), Rasyid menuturkan, kecelakaan kerja tersebut diduga karena lalainya Pengawas Proyek dalam memperhatikan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) untuk seluruh pekerja konstruksi.

READ  Amsal Sitepu Divonis Bebas dalam Kasus Korupsi Video Profil Desa di Karo

“Kita sangat menyesalkan kejadian ini. Karena menurut informasi yang kita terima, supir truk pengangkut besi beton tersebut sama sekali tidak memakai APD. Pihak pengusaha harusnya wajib menyediakan anggaran khusus untuk pengawasan K3, agar kejadian seperti ini tidak terjadi,” ucap Rasyid, didampingi sekretarisnya, M. Rahman Shah.

Harusnya, lanjut Rasyid, seluruh pekerja proyek ataupun mitra – mitra proyek tersebut mengetahui skema jalur pengantaran barang yang sesuai dengan UU yang mengantur K3.

READ  Korupsi di PT Inalum: Kejati Sumut Didesak Tetapkan Tersangka

Ia juga mengaku kecewa atas kinerja Disnaker Sumut selaku Dewan K3 Sumut yang tidak mampu menerapkan Permen PUPR nomor 10 Tahun 2021 Pasal 2 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK).

“Saya juga bingung lihat Kadisnaker Sumut ini, masak kejadian seperti ini bisa terjadi berulangkali. Harusnya sebagai Dewan Pengawas K3, belajarlah dari kejadian yang lalu,” sesal Rasyid.

READ  KPK Lakukan OTT di Sumut, Eks Kepala Daerah Diamankan

Sementara, M. Rahman Shah menambahkan, pihaknya akan melakukan unjukrasa apabila pihak kepolisian tidak segera mengusut kejadian ini.

“Kita minta pihak iepolisian untuk segera mengusut tuntas kejadian ini. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Ini sudah pelanggaran serius. Ada nyawa yang melayang. Kalau tidak, kita akan perintahkan Koordinator Aksi kita untuk melakukan aksi besar-besaran,” tegas Rahman.(js)