KSPSI AGN Sumut Tegaskan Tak Ada Aksi Bendera Setengah Tiang, Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih Selama Bulan Agustus

Medan98 Dilihat

SUARA PEKERJA, Medan – Ketua DPD KSPSI AGN Sumatera Utara, T.M. Yusuf, menegaskan bahwa tidak ada instruksi maupun agenda aksi pengibaran bendera Merah Putih setengah tiang pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Sekretariat DPD KSPSI AGN SUMUT pada, Kamis ( 6/8/26) , sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden KSPSI AGN, Andi Gani Nena Wea, yang mengimbau seluruh jajaran organisasi untuk menjaga persatuan, menghormati simbol negara, serta tidak terprovokasi oleh berbagai ajakan yang dapat memecah belah bangsa.

READ  Gibson Panjaitan Resmi Dilantik sebagai Sekdis SDA Sumatera Utara: Prioritaskan Standar K3 Konstruksi

“Kami menegaskan bahwa tidak ada aksi bendera setengah tiang pada 17 Agustus 2026. Momentum Hari Kemerdekaan adalah saat seluruh rakyat Indonesia bersatu mengibarkan Sang Merah Putih secara penuh sebagai simbol penghormatan kepada para pahlawan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas T.M. Yusuf.

DPD KSPSI AGN Sumatera Utara juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Sumatera Utara, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban, menolak segala bentuk provokasi maupun tindakan anarkis yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.

READ  JAKARTA BERGELOMBANG! Puluhan Ribu Buruh KSPSI AGN Bergerak, Kawal Regulasi Perlindungan Pekerja

Sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan RI ke-81, masyarakat diimbau mengibarkan Bendera Merah Putih secara penuh dan serentak di depan rumah, kantor, tempat usaha, serta lingkungan masing-masing selama periode 1 Agustus hingga 31 Agustus 2026.

Menurut T.M. Yusuf, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui persatuan, gotong royong, serta komitmen menjaga kedamaian demi Indonesia yang lebih kuat dan bermartabat.

READ  Tolak Addendum Upah, Dua Pekerja BBPVP Medan Berujung PHK

“Jadikan bulan Agustus sebagai momentum untuk mengobarkan semangat nasionalisme, mempererat persaudaraan, dan memperkuat rasa cinta tanah air. Mari kita isi kemerdekaan dengan karya, persatuan, dan kedamaian,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, T.M. Yusuf menyampaikan seruan perjuangan yang menjadi semangat kaum pekerja Indonesia.

“Merdeka! Hidup Buruh! Hidup Buruh! Hidup Pekerja Indonesia!” pungkasnya. (cil) *