Protes Larangan Masuk Tol Saat Mudik, 40 Ribu Truk Akan Mogok Massal Besok

Nasional132 Dilihat

JAKARTA – Sekitar 40 ribu truk akan setop beroperasi besok atau mogok sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah melarang truk melintas di tol selama mudik Lebaran.

Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan aksi akan diikuti semua anggota Aptrindo. Rencananya, aksi digelar selama dua hari.

“Jadi, semua anggota, 40 ribu (armada truk) seluruh Indonesia,” kata Gemilang kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/3).

Para pengusaha merasa larangan truk melintas di tol diterapkan terlalu lama. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerapkan larangan melintas mulai 24 Maret hingga 8 April.

READ  Tim JMS Kejati Kepri Sosialisasi Anti Narkoba-Bullying di SMAN-SMKN 2 Tanjungpinang

Aptrindo sebenarnya akan menerima pembatasan itu bila dilakukan dalam waktu yang singkat. Mereka mengusulkan penerapan dilakukan tanggal 27 Maret sampai 3 April.

“Itu menurut kami yang wajar. Kenapa? Kami juga mempertimbangkan para pekerja, pengemudi, buruh bongkar muat, di mana mereka sangat bergantung kepada pendapatan harian,” kata Wakil Ketua Bidang Angkutan Distribusi dan Logistik Aptrindo DPD Jateng dan DIY Agus Pratiknyo beberapa waktu lalu.

READ  Presiden Prabowo Bakal Hadiri May Day dan Resmikan Museum Marsinah

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan tetap membatasi truk untuk melintas di tol selama mudik Lebaran. Dia memastikan aturan tetap dijalankan meskipun ada rencana aksi mogok dari Aptrindo.

Dudy mengatakan kebijakan ini dilakukan demi mengurangi kemacetan. Dia berkata tak mungkin membiarkan truk-truk tetap lewat saat kepadatan di tol memuncak.

“Kebayang enggak kalau truk-truk ada di jalan? Pada saat normal saja Jakarta-Merak seperti apa? Jakarta-Cikampek seperti apa? Kalau masyarakat sudah mulai pulang dari tanggal 24, ada truk di jalan, kira-kira apa yang akan terjadi?” Kata Dudy di Kemenhub, Jumat (14/3).

READ  Nama PT Wilmar dan Musim Mas Group Terseret Dalam Dugaan Manipulasi Praktik Harga CPO

“Kalau kita revisi lagi mau jadi apa nanti jalannya? Jadi kita belum lihat perlu dilakukannya revisi,” imbuhnya.(cnni/ys)