Diduga Keluar Dari Tempat Hiburan Malam Bersama Wanita , Kepala SPPG LUBUK BARU I Disorot — GPIM SUMUT: Jangan Rusak Citra Program Pemerintah

Hukum157 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN — Plt. Ketua Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM) Sumatera Utara, Sastriadi Aritonang, mengecam keras dugaan perilaku Kepala SPPG Lubuk Baru I, Lubuk Pakam, Deli Serdang, Iqbal Akbar, menyusul beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seseorang yang disebut sebagai Iqbal keluar dari salah satu tempat hiburan malam di Kota Medan pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB bersama seorang perempuan. Sastriadi menegaskan, video tersebut harus segera diklarifikasi agar publik memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjebak pada kesimpulan sepihak.

Sorotan semakin mencuat setelah beredar informasi bahwa Resty Ardila Yuningsih Br. Nainggolan, yang disebut sebagai istri sah Iqbal Akbar, mendatangi lokasi tersebut bersama keluarga. Rangkaian peristiwa itu kemudian menjadi konsumsi publik setelah videonya beredar luas di jagat media sosial. Bagi GPIM Sumut, persoalan ini tidak boleh dibiarkan menjadi sekadar tontonan publik karena menyangkut sosok yang disebut memegang tanggung jawab dalam pelayanan program pemenuhan gizi masyarakat.

READ  Gawat!!! Wartawan Dianiaya Saat Konfirmasi, Bajunya Koyak

“Kalau benar video dan informasi yang beredar tersebut, kami sangat menyayangkan. Seorang kepala SPPG seharusnya memahami bahwa dirinya membawa tanggung jawab dan kepercayaan publik. Jangan sampai perilaku pribadi yang diduga terjadi justru merusak citra program pemerintah yang sedang dijalankan,” tegas Sastriadi saat di Kantor Utusan Khusus Presiden Selasa ( 22/9/2026).

Sastriadi bahkan meminta Kepala KPPG Sumatera Utara segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap Iqbal Akbar. Menurutnya, apabila setelah pemeriksaan ditemukan pelanggaran terhadap aturan, standar perilaku, atau ketentuan yang berlaku, maka harus ada tindakan tegas.

READ  Kejati Sumut Didemo TERKAMS di Hari Anti Korupsi : Usut Dugaan Pelanggaran PT Hexa Setia Sawit

“Kami mendesak dilakukan evaluasi. Kalau terbukti melanggar, jangan lindungi oknum. Copot bila memang memenuhi dasar untuk dicopot. Jangan sampai jabatan menjadi tameng untuk menghindari pertanggungjawaban,” ujarnya.

Ia menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan besar untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya pemenuhan kebutuhan gizi. Karena itu, orang-orang yang berada di dalam struktur pelaksana program tersebut harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

“Jangan sampai programnya Makan Bergizi Gratis, tetapi perilaku oknumnya justru membuat masyarakat melontarkan sindiran ‘Mabuk Bareng Gratis’. Ini tentu sangat memalukan apabila dugaan tersebut nantinya terbukti,” kata Sastriadi.

READ  AIR SUMUR BERBUSA, PARIT BERBAU : WARGA DESAK PERBAIKAN TOTAL PENGELOLAAN LIMBAH DAPUR SPPG YAYASAN RANG MINANG ASLI TEMBUNG V

GPIM Sumut menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghakimi kehidupan pribadi seseorang berdasarkan video yang beredar. Namun, ketika seseorang memegang posisi dalam program pelayanan publik, setiap dugaan pelanggaran yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat harus diperiksa secara terbuka dan objektif.

“Kami meminta KPPG Sumut jangan diam. Periksa secara profesional, buka fakta yang sebenarnya kepada publik, dan jika terbukti ada pelanggaran, ambil tindakan tanpa pandang bulu. Program MBG harus dijaga marwahnya, bukan dicoreng oleh dugaan perilaku oknum,” pungkas Sastriadi.(*)