SUARA PEKERJA, MEDAN — Dewan Peduli Negeri (DPN) kembali mendatangi Kantor BGN Medan, Rabu (14/10/2026), mendesak tindakan tegas terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga bermasalah, mulai dari kasus dugaan keracunan siswa hingga distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terhenti.
Koordinator aksi, Reza, meminta Kepala BGN Medan, Donal Simanjuntak, segera mengevaluasi dan menindak SPPG di Kecamatan Medan Timur menyusul dugaan keracunan siswa SDN 060870 di Jalan Krakatau.
“Kami meminta Bang Donal Simanjuntak segera menegur dan menindak tegas SPPG yang bermasalah. Siswa yang mengalami keracunan harus mendapat pelayanan kesehatan terbaik dan kompensasi nyata dari pihak yang bertanggung jawab,” tegas Reza.
Tak hanya itu, Putra Arjuna, orang tua siswa di Bina Nusantara, kawasan Pinang Baris, mengeluhkan MBG yang disebut tidak diantarkan selama beberapa hari. Menurutnya, pihak SPPG berdalih belum menerima anggaran dari BGN.
“Sudah beberapa hari MBG anak saya tidak diantar. Katanya belum dapat anggaran dari BGN. Anak saya akhirnya sakit perut karena menunggu makanan yang tak kunjung datang,” ungkap Putra.
DPN mendesak BGN Medan segera mengusut laporan tersebut, mengevaluasi kepatuhan SPPG terhadap regulasi, termasuk dugaan pembuangan limbah ke parit, serta memastikan keamanan pangan dan kelancaran distribusi MBG.
Program MBG jangan hanya mengejar target, tetapi mengabaikan keselamatan anak. BGN harus membuktikan pengawasannya melalui tindakan nyata, transparansi, dan sanksi terhadap pihak yang terbukti melanggar.(cil)*
