Tak Miliki Empati, Di Saat Rakyat Kesulitan Air Bersih Dan Biaya Lumpur Tinja, PDAM Tirtanadi Malah Buat Acara Lomba Nyanyi, AWAS: Gak Nyambung

Medan15 Dilihat

SUARA PEKERJA, Medan – Sangat wajar jika Aliansi Wartawan Sumatera Utara merasa hal ini tidak masuk akal dan tidak berempati. Ketika sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas kebutuhan vital seperti air bersih justru fokus menggelar acara hiburan lomba nyanyi di tengah krisis, hal itu menunjukkan adanya tata kelola prioritas yang buruk dan ketidakpekaan sosial (tone-deaf).

Secara etika publik, situasi ini menciptakan kesenjangan moral yang mencolok:

Krisis Nyata: Rakyat harus berjuang setiap hari, mengeluarkan biaya ekstra, atau mengantre demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan dasar hidup.

READ  Konferensi Pers Penyesuaian Tarif Parkir Resmi di Kota Medan

Rahmadsyah Ketua AWAS mengatakan bahwa Anggaran, energi, dan publikasi perusahaan justru dialihkan untuk acara seremonial yang tidak menyelesaikan akar masalah.

“Gak nyambunglah bang, Urus aja Air Bersih, dan persoalan Limbah Tinja, kok urus lomba nyanyi,” ungkapnya, Sabtu (12/9/2026).

Rahmadsyah juga mendesak Perumda Tirtanadi untuk segera membenahi kondisi air bersih yang sudah tidak mengalir ke rumah-rumah warga di Kota Medan.

Pasalnya, air bersih tidak kunjung dialirkan Perumda Tirtanadi sejak hampir sepekan sehingga membuat masyarakat sulit beraktivitas.

“Kita mendesak Perumda Tirtanadi segera membenahi kondisi ini. Warga Kota Medan sangat mengeluhkan kondisi ini, sebab sangat sulit untuk beraktivitas tanpa ketersediaan air bersih,” tegas Rahmad,

READ  Kereta Pendemo Di Gasak Maling, Medan Gotham City, AWAS Akan Gelar Aksi Demo: Copot Kapolsek Medan Kota Tak Mampu Berikan Rasa Aman Dan Nyaman

Rahmad juga mengatakan bahwa Perumda Tirtanadi harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggannya yang mayoritas berada di wilayah Kota Medan.

“Adapun tiga prinsip dasar itu yakni kualitas, kontinuitas, dan kuantitas. Ketiganya ini sangat penting. Sebab masyarakat butuh ketersediaan air yang berkualitas, ketersediaan yang berkelanjutan dan terus menerus, hingga jumlah air yang mencukupi kebutuhan hidup masyarakat,” pungkasnya.

Biaya layanan lumpur tinja (L2T2) Perumda Tirtanadi dipatok sekitar Rp20.000 per bulan yang pembayarannya digabungkan langsung dengan tagihan rekening air.

READ  Pasar Murah Ramadhan Medan 2026: Antara Kebijakan Pro-Rakyat dan Bayang-Bayang Mafia Pangan

Rincian Layanan Limbah TirtanadiL2T2 (Layanan Lumpur Tinja Terjadwal): Biaya sekitar Rp17.000 hingga Rp20.000 per bulan. Tangki septik rumah akan disedot secara berkala 1 kali dalam kurun waktu 3 tahun tanpa biaya tambahan saat penyedotan.

Cara Tagihan: Pembayaran retribusi atau tarif air limbah ini otomatis masuk ke dalam komponen tagihan rekening air bersih.Dasar Hukum: Mengacu pada ketentuan penetapan tarif layanan air limbah dan keputusan direksi/gubernur setempat. (*)