Percepat Pengentasan Kemiskinan, Provinsi Sulteng Jadi Mitra Pertama BP Taskin

Nasional184 Dilihat

JAKARTA – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi mitra pertama Badan Pusat Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dalam pendampingan untuk pengentasan kemiskinan.

Hal itu ditandai dengan penandatangan kerjasama oleh Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko bersama Gubernur Sulteng Rusdy Mastura, di Jakarta, Kamis (23/1/2025).

Budiman Sujatmiko mengatakan, dalam kerjasama ini BP Taskin sebagai lembaga setingkat kementerian, akan melakukan pendampingan di berbagai sektor.

READ  Ketua KPSI Andi Gani Dampingi Prabowo Resmikan Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk Jatim

Baik di sektor pertanian, perikanan, holtikultura dan lainnya. Kerjasama lainnya akan dipertajam dalam PKS.

Turut hadir Asisten perekonomian Rudy Dewantoro, Tenaga Ahli gubernur Ridha Saleh dan penghubung program Agus Salim SH (advokat rakyat). Salah satu bupati yang hadir Pj Bupati Morowali, Yusman Mahbub.

Dalam kesempatan itu Budiman sangat mengapresiasi kemajuan Sulteng pada tahun 2024 angka kemiskinan turun 21 ribu.

READ  Ketua KSPSI Sumut Dukung Kebijakan Prabowo, Bolehkan Pemda Rapat di Hotel untuk Mencegah PHK Massal

“Ini sebuah prestasi yang mesti didampingi pemerintah pusat, yang dalam masa Presiden Prabowo memiliki kelembagaan khusus menangani kemiskinan,” ujar Budiman.

Menurutnya, kebijakan afirmatif negara yaitu pengurangan warga miskin kiranya dapat dipercepat dengan semua pemerintahan daerah.

Terpisah, gubernur menegaskan bahwa program pengurangan angka kemiskinan mesti sudah wajib menyentuh digitalisasi.

“Memberikan fasilitas kemudahan komunikasi informasi di desa. Salah satu program kami adalah smart village,” terang gubernur.

READ  Polri Hadir untuk Buruh, Kapolri Resmikan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh di Seluruh Indonesia

Kemudian, perbaikan infrstruktur potensi desa, ketersediaan pupuk yang desentralisasi serta peningkatan kualitas lahan dan sumber daya petani.

‘’Merangsang petani milinial, nelayan milenial. Ini tantangan kita semua. Kita memiliki demografi usia produktif, harus kita siapkan program bagi mereka,’’ ajak gubernur.(ys)