Proyek Pembangunan BRT Medan Terhenti, PT. Wika Gedung Tak Kunjung Bayarkan Gaji Pekerja

Medan8 Dilihat

SUARA PEKERJA, MEDAN — Nasib pekerja Proyek Pembangunan BRT Medan kembali menjadi sorotan. Diduga akibat gaji yang belum dibayarkan selama tiga bulan, sejumlah pekerja di proyek PT Wika Gedung memilih menghentikan aktivitas kerja dan melakukan aksi mogok kerja , Senin (14/9/2026).

Dalam amatan wartawan Suara Pekerja di lokasi, para pekerja tampak hanya duduk dan diam sambil menantikan kepastian pembayaran hak mereka. Aktivitas yang biasanya berjalan di lokasi proyek terlihat terganggu, sementara para pekerja mengaku sudah terlalu lama menunggu gaji yang menjadi sumber penghidupan mereka dan keluarga.

Bagi pekerja, persoalannya bukan sekadar soal administrasi. Tiga bulan tanpa gaji berarti tiga bulan dapur keluarga terancam tidak mengepul.

READ  Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian, Serikat Buruh Siap Pasang Badan

Saat dikonfirmasi wartawan bersama pihak KSPSI AGN SUMUT terkait persoalan tersebut, pihak perwakilan PT Wika Gedung, Doni dan Mora, menyampaikan bahwa pembayaran gaji direncanakan baru dapat dilakukan minggu depan, dengan alasan proses administrasi yang belum selesai.

“Kita sudah Laporkan ke kantor bang, tapi karna ada pergantian pejabat makanya proses sedikit tertunda, ” ucap Doni.

Namun, alasan tersebut justru memunculkan keresahan di kalangan pekerja. Mereka mempertanyakan bagaimana nasib keluarga mereka apabila pembayaran kembali harus menunggu hingga pekan depan.

READ  KSPSI AGN Tampil Solid dalam Lomba Orasi Damai Piala Kapolrestabes Medan Cup 2026

Di tempat yang sama salah seorang pekerja yang meminta agar keluhannya disampaikan kepada publik mengungkapkan kondisi yang mereka hadapi.

“Kalau sampai harus menunggu Selasa depan baru dibayar, kami mau makan apa? Bagaimana nasib keluarga kami? Banyak kawan-kawan yang keluarganya berada di luar kota dan di Berandan. Kami sudah tiga bulan menunggu,” ujarnya kepada awak media.

Keluhan tersebut menggambarkan tekanan berat yang kini dihadapi para pekerja. Di tengah kebutuhan hidup yang terus berjalan, mulai dari biaya makan, kontrakan, transportasi hingga kebutuhan anak dan keluarga, pekerja mengaku tidak bisa terus-menerus bertahan hanya dengan janji pembayaran.

READ  Lailatul Badri : Proyek BRT, Jangan Sampai Bebani APBD

Pihak perusahaan diharapkan segera memberikan kepastian dan merealisasikan pembayaran gaji yang tertunggak, bukan hanya menyampaikan janji. Sebab, keterlambatan pembayaran hak pekerja berbulan-bulan berpotensi semakin memperburuk kondisi ekonomi para pekerja dan keluarganya.

Hingga berita ini diturunkan, para pekerja masih menantikan realisasi janji pembayaran gaji yang disampaikan akan dilakukan minggu depan. Para pekerja berharap persoalan ini segera diselesaikan sehingga mereka dapat kembali bekerja dengan tenang dan memperoleh hak atas pekerjaan yang telah mereka lakukan. (rz) *